Saturday, January 11, 2014

Asal Usul, Makna dan Hubungan Dasa Aksara terhadap Dewa serta Linggih di Bhuana  Agung dan Bhuana Alit.

Oleh:
Ketut Susila Dewi

            Dasa Aksara merupakan bagian dari aksara Bali. Munculnya Aksara Bali tidek lepas dengan Aksara yang ada di India yaitu  Aksara Dewanagari dipergunakan untuk menulis tulisan terutama yang berbahasa Sansekerta sedangkan aksara Pallawa dipergunakan untuk menulis naskah berbahasa Pallawa. Diperkirakan pada abad IV Masehi kedua bahasa dan aksara ini dibawa oleh pedagang dari India yang beragama Hindu dan Budha ke nusantara. Dari kedua aksara ini, kemudian muncul aksara Kawi atau aksara Nusantara Kuno. Lama-kelamaan aksara Kawi ini menjadi aksara Jawa, bali, Bugis, Makasar dan beberapa akasara daerah lainnya.

Berdasarkan bentuk dan fungsinya, aksara Bali dibagi menjadi dua jenis yaitu aksara biasa dan akasra suci. Aksara biasa terdiri dari aksara wreastra dan swalalita.Sedangkan akasara suci terdiri dari aksara wijaksara (di Bali lebih dikenal dengan sebutan bijaksara) dan modre.Dalam dunia keagamaan dan pengobatan (usada) di Bali dikenal beberapa kelompok aksara suci wijaksara atau bijaksara antara lain dasa aksara (sepuluh akasara), panca aksara (lima aksara).

            Dasa Aksara adalah sepuluh aksara    atau wijaksana yaitu Sang, Bang, Tang, Ang, Ing, Nang, Mang, Sing, Wang dan Yang. Kesupuluh aksara ini berasal dari delapan buah aksara wianjana (sa, ba, ta, na, ma, si, wa dan ya) dan dua buah aksara suara (a dan i). Kalau kesepuluh aksara ini dirangkai dalam kata-kata akan terbentuk sebuah kalimat, yang berbunyi sabatai nama siwaya. Dilihat dari hubungan Dasa aksara terhadap dewa yang menempati sesuai dengan aksara suci seperti aksara Sang dengan dewanya Iswara, sedangkan kinngih di bhuwana alit sesuai dengan di orang tubuh manusia seperti aksara Bang yang linggihnya di organ hati dan untuk di bhuwana agung sesuai dengan posisi arah mata angin seperti aksara suci Ang terletak di arah utara.




I. PENDAHULUAN
Sesuai dengan perkembangan zaman globalisasi banyak orang yang belum pahan dengan aksara Bali khususnya dikalangan remaja, anak-anak bahkan orang dewasa  belum bisa menulis ataupun membaca. Sangat memperihatinkan sekali bagi masyarakat Bali khususnya orang Bali. Melihat fenomena seperti itu maka perlunya masyarakat Bali yang beragama Hindu lebih memahami aksara-aksara suci agar hasil kebudayaan orang Bali tidak punah.
Perkembangan aksara Bali tidak terpisahkan dengan keberadaan aksara yang ada di India yaitu Aksara Dewanagari dan Aksara Pallawa. Dari Aksara Dewanagari dan Aksara Pallawa ini lama-kelamaan berkembang menjadi aksara Bali, Jawa, Bugis dan daerah lainnya. Berdasarkan bentuk dan fungsinya aksara Bali dibagi menjadi dua yaitu aksara biasa (wreastra dan swalalita). Sedangkan aksara suci terdiri dari aksara wijaksana (di Bali lebih dikenal dengan sebutan bijaksana) dan modre. Dari Aksara Wijaksana yang merupakan salah satu bagian Dasa Aksara.
Dasa Aksara adalah sepuluh aksara yang terdiri dari Sang, Bang, Tang, Ang, Ing, Nang, Mang, Sing, Wang dan Yang. Kesupuluh aksara ini berasal dari delapan buah aksara wianjana (sa, ba, ta, na, ma, si, wa dan ya) dan dua buah aksara suara (a dan i). Hubungan dari Dasa Aksara terhadap Dewa serta Linggih di Bhuwana Agung dan di Bhuwana Alit seperti aksara Sang linggihnya di bagian Timur di Bhuwana Alit linggihnya di Jantung dan Dewa atau Bhataranya yaitu Hyang Iswara.


II. PEMBAHASAN

2.1 Asal-usul Dasa Aksara.
       Dasa Aksara merupakan salah satu bagain dari aksara Bali. Aksara Bali tidak dapat terpisahkan dengan aksara yang ada di India. Dalam kitab Svara-Vyanjana, tulisan dari Prof. Raghu Vira (1956), disebutkan bahwa di India pertama kali dikenal aksara yang disebut aksara Karosti. Dari aksara ini kemudian berkembang menjadi aksara Brahmi. Aksara inilah yang menjadi cikal bakal dari aksara Dewanagari dan aksara Pallawa. Diperkirakan pada abad IV Masehi kedua bahasa dan aksara ini dibawa oleh para pedagang India yang beragama Hindu ke nusantara ini. Dari kedua bahasa ini, kemudian muncul aksara Kawi atau aksara Nusantara Kuno. Lama-kelamaan aksara Kawi ini menjadi aksara Jawa, Bali, Bugis, Makasar dan beberapa aksara daerah lainnya ( Nala, 2006:3)
       Berdasarkan bentuk dan fungsinya aksara Bali dibagi menjadi dua yaitu aksara biasa dan aksara suci. Aksara biasa terdiri dari aksara wreastra dan swalalita. Disebut aksara biasa karena telah terbiasa dipergunakan oleh masyarakat Bali didalam tulis-menulis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dalam berhuibungan dengan sesama melalui aksara. Sedangkan aksara suci terdiri dari aksara wijaksana (di Bali lebih dikenal dengan sebutan bijaksana) dan modre (Nala, 2006:5).
       Aksara wijaksana adalah aksara inti yang diyakini memiliki kesucian, kekuatan magis, gaib, magnetis, nisakala serta spiritual religius. Dalam dunia keagamaan dan pengobatan (usada) di Bali dikenal beberapa kelompok aksara suci wijaksara antara lain dasa aksara (sepuluh aksara), panca aksara (lima aksara), catur aksara (empat aksara), tri aksara (tiga aksara), dwi aksara (dua aksara) dan eka aksara (satu aksara) (Nala, 2006:106). Dari aksara wijaksana inilah timbul Dasa Aksara. Dinyatakan bahwa setiap tubuh manusia terdapat huruf – huruf yang sangat disucikan, diceritakan pula bahwa Dewa - dewa dari hurup suci tersebut bersatu menjadi sang hyang ‘dasa aksara’.


2.2  Makna Dasa Aksara.
       Menurut lontar atau buku Usada Tiwas Punggung (Punggung Tiwas). Dasa Akasara ini terdiri atas 10 aksara suci atau wijaksana yaitu Sang, Bang, Tang, Ang, Ing, Nang, Mang, Sing, Wang dan Yang. Kesupuluh aksara ini berasal dari delapan buah aksara wianjana (sa, ba, ta, na, ma, si, wa dan ya) dan dua buah aksara suara (a dan i). Kalau kesepuluh aksara ini dirangkai dalam kata-kata akan terbentuk sebuah kalimat, yang berbunyi sabatai nama siwaya. Kalimat ini merupakan ungkapan doa untuk memuliakan Dewa Siwa (nama Siwaya).
       Diantara para dewa, sang Hyang Siwa paling dimuliakan oleh umat Hindu di Bali, karena kebanyakan dari mereka menganut ajaran Siwa Siddhanta (Nala, 2006:107). Siwa Siddhanta merupakan kesimpulan atau inti dari ajaran Siwaisme. Siwa Sidhanta ini mengutamakan pemujaan kehadapan Tri Purusa, yaitu Parama Siwa, Sada Siwa dan Siwa. Brahma, Wisnu dan dewa-dewa lainnya tetap dipuja sesuai dengan tempat dan fungsinya (Gunawan, 2012:48).

2. 3 Hubungan Dasa Aksara terhdap Dewa serta Linggih di Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit.
       Dasa aksara merupakan sepuluh hurup utama dalam alam ini yang merupakan simbol dari penguasa alam jagat raya dan sangat erat hubungannya dengan dewata nawasanga. Dari sepuluh hurup bersatu menjadi panca brahma (lima hurup suci untuk menciptakan dan menghancurkan) terdiri dari Sang, Bang, Tang, Ang dan Ing atau Sa-ba-ta-i. Sedangkan panca brahma terdiri atas aksara Nang, Mang, Sing, Wang dan Yang atau Na-ma Si-wa-ya menjadi tri aksara (tiga hurup), tri aksara menjadi eka aksara (satu hurup) yaitu “OM”.
       Kata “OM” berasal dari aksara dewa Tri Murti yaitu aksara ANG (A) melambangkan Dewa Brahma, aksara UNG (U) melambangkan Dewa Wisnu dan aksara MANG (M) melambangkan Dewa Siwa. Ketiga aksara tersebut jika disatukan menjadi AUM. Dalam persenyawaan suara suara, huruf A dan U akan berubah bunyinya menjadi O sehingga kata AUM menjadi “OM”, oleh karena huruf A dan U kalau disandikan menjadi O (Soeka, 1993:6).  Selain itu kata “OM” adalah aksara suci untuk mewujudkan Sang Hyang Widhi dengan ketiga prabhawanya yaitu :
       1. Brahma, Hyang Widhi dalam prabhawanya maha-pencipta disimbolkan dengan aksara A
       2. Wisnu, Hyang Widhi dalam prabhawanya maha-pelindung disimbolkan dengan aksara U
       3. Siwa, Hyang Widhi dalam prabhawanya maha-pelebur disimbolkan dengan aksara M (Sudharta, 2005:7-8)
       Maing-masing dari Dasa Aksara ini mempunyai linggih, genah, sthana (tempat, kedudukan) baik didalam badan manusia (bhuwana alit, mikrokosmos), maupun di alam raya (bhuwana agung, makrokosmos). Di tempat linggih, kedudukan, letak atau sthana dari tiap aksaraini bersemayamnya pula di tempat itu para Dewa, Sang Hyang atau Batara. Agar lebih mudah memahaminya dibawah ini merupakan tabel hubungan Dasa Aksara terhadap Dewa serta linggih di Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit.

Hubungan Dasa Aksara terhadap Dewa beserta Linggih di Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit.

No.
Bunyi Wijaksara
Linggih di Bhuwana Alit
Linggih di Bhuwana Agung
Dewa/Batara
1.
Sang
Papusuhan/Jantung
(hrdaya)
Timur (purwa)
Sang Hyang Iswara
2.
Bang
Ati /Hati
(yakrta)
Selatan (daksina)
Sang Hyang Brahma
3.
Tang
Ungsilan/Buah pinggang (verkka)
Barat (pascima)
Sang Hyang Mahadewa
4.
Ang
Ampru/Empedu (tikta)
Utara (uttara)
Sang Hyang Wisnu
5.
Ing
Tengahing ati/Pertengahan hati (yakrt)
Tengah (madya)
Sang Hyang Siwa
6.
Nang
Peparu/Paru (puphusa)
Tenggara (agneya)
Sang Hyang Maheswara
7.
Mang
Usus (Srota)
Barat Daya (neriti)
Sang Hyang Rudra
8.
Sing

Limpa (pliha)
Barat Laut (wayabaya)
Sang Hyang Sangkara
9.
Mang
Ineban/Kerongkongan (mahasrota)
Timur laut (ersania)
Sang Hyang Sambhu
10.
Yang
Susunan rangkaian hati (yakrthrdaya)
Tengah (madya)
Sang Hyang Guru

Cara menempatkan sang hyang dasa aksara didalam badan, yang merupakan linggih (stana) dewata nawasanga di dalam tubuh manusia, diantaranya;
a)      sa ditempatkan di jantung, dewa Iswara.
b)      ba ditempatkan di hati, dewa Brahma.
c)      ta ditempatkan di kambung, dewa Mahadewa.
d)     a ditempatkan di empedu, dewa Wisnu.
e)      I ditempatkan di dasar hati, dewa Siwa.
f)       na ditempatkan di paru - paru, dewa Maheswara.
g)      ma ditempatkan di usus halus, dewa Rudra.
h)      si ditempatkan di ginjal, dewa Sangkara.
i)        wa ditempatkan di pancreas, dewa Sambhu.
j)        ya ditempatkan di ujung hati, Dewa Siwa.
Ada pula yang memberikan ulasan tentang dasa aksara ini bahwa setiap aksara itu mempunyai arti sendiri-sendiri, yaitu:
1.  Sa berarti satu
2.  Ba berarti bayu
3.  Ta berarti tatingkah
4.  A berarti awak
5.  I berarti idep
5.  Nama berarti hormat
6.  Siwa berarti Siwa
7.  Ya berarti yukti
Dengan pengertian seperti itu, maka arti dari dasa aksara ini adalah orang yang mempunyai tingkah laku dan pikiran (idep) yang luhur saja yang mampu mempergunakan beyu kekuatan dari Siwa.
Dengan menyatukan tingkah laku dan pikirannya dia akan mampu mempergunakan dasa bayu untuk kesehjateraan buana alit dan buana agung. Dasa aksara tersebut terbentuk dari dua jenis aksara suci, yaitu panca tirta dan panca brahma yang disebut panca tirta, adalah sebagai berikut:
·      sang sebagai tirta sanjiwani, untuk pangelukatan (membersihkan).
·      Bang sebagai tirta kamandalu, untuk pangeleburan (menghancurkan).
·      Tang merupakan tirta kundalini, utuk pemunah (menghilangkan).
·      Ang merupakan tirta mahatirta, untuk kasidian (agar sakti).
·      Ing merupakan tirta pawitra, untuk pangesengan (membakar).
Ini yang dikatakan panca brahma, berada dalam diri manusia. Ini aksaranya;
·      Nang disimpan di suara.
·      Mang disimpan di tenaga
·      Sing disimpan di hati/perasaan
·      Wang disimpan di pikiran
·      Yang disimpan di nafas.
 Kemudian balikkan hurup tersebut:
·      Yang disimpan di jiwa
·      Wang disimpan di guna/aura
·      Sing disimpan di pangkal tenggorokan
·      Mang disimpan di lidah
·      Nang disimpan di mulut
            Bila Dasa aksara diringkas, aksara yang ada di panca tirtha dipasangkan dengan aksara panca brahma akan muncul Sang Hyang Panca Aksara. Inilah panca aksara tersebut:
Sa + Na menjadi Mang
Ba + Ma menjadi Ang
Ta + Si menjadi Ong
A + Wa menjadi Ung
I + Ya menjadi Yang
Panca brahma dan panca tirta diringkas menjadi tri aksara (a, u, ma). Setelah itu baru turun arda candra (bulan sabit), windu (lingkaran) dan nada (titik). Baru boleh di ucapkan sang, bang, tang, ang, ing, nang, mang, sing, wang, yang. Jika panca tirtha digabung dengan panca brahma ditambah dengan tri aksara dan eka aksara akan terjadi catur dasa aksara.
Catur dasa aksara ini terdiri atas: sa-ba-ta-a-i ditambah na-ma-si-wa-ya, serta digabung dengan ang-ung-mang dan ong-kara yang erat kaitannya dengan catur-dasa-bayu, suatu kekuatan yang ada di dalam buana alit dan buana agung, yang memungkinkan manusia dan dunia hidup dengan wajar.
















III. PENUTUP
              Dasa Aksara adalah salah satu bagain dari aksara Bali. Aksara Bali tidak dapat terpisahkan dengan aksara yang ada di India yaitu aksara Dewanagari dan aksara Pallawa. Berdasarkan bentuk dan fungsinya aksara Bali dibagi menjadi dua yaitu aksara biasa (wreastra dan swalalita). Sedangkan aksara suci terdiri dari aksara wijaksana (di Bali lebih dikenal dengan sebutan bijaksana) dan modre.
              Aksara wijaksana adalah aksara inti yang diyakini memiliki kesucian, kekuatan magis, gaib serta spiritual religius. Dalam dunia keagamaan dan pengobatan (usada) di Bali dikenal beberapa kelompok aksara suci wijaksara antara lain dasa aksara (sepuluh aksara), panca aksara (lima aksara) sampai dengan eka aksara (satu aksara). Dari aksara wijaksana inilah timbul Dasa Aksara. Arti dari Dasa Aksara yaitu 10 aksara suci atau wijaksana yang dikenal dengan Sang, Bang, Tang, Ang, Ing, Nang, Mang, Sing, Wang dan Yang.
            Hubungan Dasa aksara terhadap dewa yang menempati sesuai dengan aksara suci seperti aksara Sang dengan dewanya Iswara, sedangkan kinngih di bhuwana alit sesuai dengan di orang tubuh manusia seperti aksara Bang yang linggihnya di organ hati dan untuk di bhuwana agung sesuai dengan posisi arah mata angin seperti aksara suci Ang terletak di arah utara.

             


DAFTAR PUSTAKA

Nala, Ngurah. Aksara Bali dalam Usada. 2006. Surabaya : Paramita.

Gunawan, I Ketut Pasek. 2012. Pengantar Bahan Ajar Siva Siddhanta II. Denpasar: Fakultas Dharma Acarya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Soeka, Gede. 1993. Tri Murti Tattwa. Denpasar : CV. Kayumas.

Sudharta, Tjok Rai. 2005. Upadesa Tentang Ajaran-ajaran Agama Hindu. Surabaya :Paramita.

Midastra, I Wayan. 2007. Widya Dharma Agama Hindu Kelas VIII. Jakarta : Ganeca Exact.

Tejasurya. 2013. Agama-Kepercayaan. Tersedia pada http://www.tejasurya.com/artikel-anggota/agama-kepercayaan/137-gayatry-mantra-vs-dasa-aksara.html diakses tanggal (11 November 2013).

Pengertian Bimbingan dan Konseling
            Pengertian Bimbingan
Bimbingan yaitu bantuan yang diberikan oleh pembimbing kepada individu agar individu yang dibimbing mencapai kemandirian dengan mempergunakan berbagai bahan, melalui interaksi dan pemberian nasehat serta gagasan dalam suasana asuhan dan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
            Pengertian Konseling
Konseling yaitu hubungan timbal balik antara dua oreang (konselor dan klien) untuk menangani masalah klien (siswa), yang didukung oleh keahlian dan dalam suasana yang laras dan integrasi, berdasarkan norma-norma yang berlaku untuk tujuan yang berguna bagi klien (siswa).
Jadi pengertian Bimbingan dan Konseling yaitu proses bantuan yang diberikan kepada individu melalui hubungan timbal balik antara keduanya, agar konseling memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri.
Tujuan Bimbingan dan Konseling
            Untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik dalam mengatasi segala masalah, hambatan/ kesulitan yang telah dialaminya. Seperi ; belajar, krier, dan masalah sosial.
Fungsi Bimbingan dan Konseling
-        Pencegahan yaitu untuk mencegah timbulnya masalah pada diri siswa sehingga mereka terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya.
-        Pemahaman yaitu dapat memberikan pemahaman tentang diri klien atau peserta didik beserta permasalahannya dan juga lingkungannya oleh klien itu sendiri dan pihak-pihak yang membantunya.
-        Pengentasan yaitu dapat teratasinya masalah yang dihadapinya.
-        Pemeliharaan berarti mampu memelihara segala sesuatu yang baik (positif) yang ada pada diri individu (siswa), baik hal itu merupakan pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang telah dicapai selama ini.
-        Penyaluran yaitu mampu mengembangkan diri sesuai dengan keadaan pribadinya masing-masing yang meliputi bakat, minat, cita-cita dan sebagainya.
-        Penyesuaian yaitu agar tercapainya penyesuaian anatara siswa dengan lingkungannya.
-        Pengembangan yaitu untuk membantu para peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan potensinya secara lebih terarah.
-        Perbaikan yaitu untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa.
Prinsip dan Asas Konseling
a.       Prinsip-prinsip dan asas-asas konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan.
b.      Asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani
Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling
a.       Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
Tujuan untuk membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan  atau situasi baru.
Isi Layanan Orientasi meliputi bidang-bidang ; a) pengembangan pribadi, pengembangan hubungan sosial, b) pengembangan hubungan sosial, c) pengembangan kegiatan belajar. Dan lainya.
Teknik layanan orientasi  misalnya dalam format lapangan siswa melakukan kegiatan ke luar kelas atau ruangan dalam rangka mengakses objek-objek tertentu yang menjadi isi lainnya, dan masih banyak juga format-format yang lain yang menyangkut teknik layanan orientasi.
Kegiatan pendukung layanan orientasi  misalnya kunjungan rumah untuk lebih mendalammi data siswa.
Pelaksanaan layanan orientasi dalam hal evaluasi seperti menetapkan materi evaluasi, menetapkan prosedur evaluasi, dan lain-lain.
b.      Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, social, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
Tujuan mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengambil keputusan, mengarahkan diri untuk kegiatan-kegiatan yang berguna sesuai dengan keputusan yang diambil.
Isi layanan , misalnya layanan informasi tentang perkembangan diri, informasi tentang pendidikan, kegiatan belajar, dan IPTEK.
Teknik layanan dapat melalui ceramah, diskusi, Tanya jawab, melalui media seperti alat peraga, poster, media gambar dan sebagainya.
Kegiatan pendukung dapat dilakukan melalui kunjungan rumah agar dapat mengetahui pendapat orang tua dan kondisi kehidupan keluarga terkait dengan penguasaan informasi tertentu oleh anak atau anggota keluarga lainnya.
Pelaksanaan layanan informasi melalui pelaksanaan yang mencangkup kegiatan misalnya mengorganisasikan kegiatan layanan.
c.       Penempatan dan penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang dan kegiatan ekstra kurikuler.
Tujuan Agar siswa  memperoleh tempat yang sesuai untuk pengembangan potensi dirinya.
Isi layanan dapat kita lihat dari potensi diri siswa sendiri yang mencangkup potensi intelegensi, bakat, minat.dan lain-lain.
Teknik layanan mengkaji potensi dan kondisi diri subjek layanan (siswa), mengkaji kondisi lingkungan yang paling dekat dan mengacu kepada permasalahan subjek layanan.
Kegiatan pendukung melalui aplikasi instrument dan himpunan data yang berguna untuk menetapkan subjek sasaran layanan.
Pelaksanaan layanan melakukan analisis terhadap berbagai kondisi yang terkait dengan permasalahan siswa sesuai prosedur dan langkah-langkah yang telah ditetapkan.
d.      Penguasaan konten, yaitu layanan yang membant peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Tujuan agar siswa menguasai aspek-aspek konten ( kemampuan atau kompetensi) tertentui secara terintegrasi.
Isi layanan dapat mencangkup; pengembangan kehidupan pribadi, pengembangan hubungan sosial.
Teknik layanan dapat dilakukan secara langsung dan tatap muka melalui format klasikal, kelompok, atau individual.
Kegiatan pendukung dapat dilakukan seperti kunjungan rumah.
Pelaksanaan layanan melalui perencanaan yang mencangkup ; menetapka subjek (siswa) yang akan dilayani (menjadi peserta layanan), menetapkan proses dan langkah-langkah layanan dan sebagainya.
e.       Konseling perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
Tujuan agar klien memahami kondisi dirinya sendiri, lingkungannya, permasalahan yang dialami, kekuatan dan kelemahan dirinya sehingga klien mampu mengatasinya.
Isi layanan yaitu mencangkup masalah-masalah yang berkenan dengan bidang pengembangan pribadi, bidang pemngembangan sosial,dan sebagainya.
Teknik layanan ajakan untuk berbicara, melalui mendengar edngan cermat, memahami secara tepat, dan merespon secara tepat dan positif.
Kegiatan pendukung melalui kunjungan rumah yang bertujuan untuk memperoleh data tambahan tentang siswa.
Pelaksanaan layanan misalnya melalui perencanaan seperti mengatur waktu pertemuan, menetapkan fasilitas layanan, dan lain-lain.
f.       Bimbingan kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan social, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
Tujuan untuk mengmbangkan kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi peserta layanan (siswa).
Isi layanan misalnya pengembangan bidang pendidikan dapat mencangkup masalah cara belajar, kesulitan belajar, gagal ujian dan sebaginya.
Teknik layanan melalui permainan kelompok yang dapat menimbulkan suasana rileks dan tidak melelahkan, meningkatkan keakraban, menggembirakan, dan sebaginya.
Kegiatan pendukung misalnya melalui konfrensi kasus bertujuan agar dilakukan tindak lanjut layanan denngan penempatan siswa tersebut ke dalam kelompok bimbingan tertentu sesuai masalahnya yang dibahas.
Pelaksanaan layanan membentuk kelompok, menyusun jadwal kegiatan.

g.      Konseling kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
Tujuan berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa, khususnya kemampuan berkomunikasinya.
Isi layanan yaitu membahas masalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok.
Teknik layanan yaitu mengacu pada berkembangnya dinamika kelompok yang diikuti oleh seluruh anggota kelompok untuk mencapai tujuan layanannya.
Kegiatan pendukung dapat melalui aplikasi instrumentasi yaitu  pertimbangan dalam pembentukan kelompok konseling kelompok.
Pelaksanaan layanan melalui misalnya membentuk kelompok, menetapkan prosedur layanan.
h.      Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak yang lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
Tujuan agar klien (siswa) dengan kemampuannya sendiri dapat menangani kondisi atau permasalahan yang dialami oleh pihak ketiga. Maksudnya pihak ketiga oaring yang mempunyai hubungan baik dengan konsultasi, sehingga permasalahan yang dialami oleh ketiga setidak-tidaknya sebagian menjadi tanggung jawab konsulti.
Isi layanan dapat menyangkut pengembangan bidang meliputi ; bidang pribadi, sosial, belajar, dan karier.
Teknik layanan melalui teknuk khusus dengan perumusan tujuan yaitu hal-hal yang ingin dicapai klien.
Pendukung layanan sama dengan layanan lainnya seperti aplikasi instrumentasi, himpunan data dan sebagainya.
Pelaksanaan layanan menempuh beberapa tahap kegiatan yaitu sama dengan tahap layanan yang lainnya yaitu perencanaan, pelayanan, pelaksanaan, evaluasi, dan lain-lain.
i.        Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.
Tujuan agar tercapai kondisi hubungan yang positif dan kondusif diantara para klien atau pihak-pihak yang bertikai atau bermusuhan.
Isi layanan yaitu hal yang berkenan dengan hubungan terjadi antara individu-individu (para siswa) atau kelompok-kelompok yang sedang bertikai misalnya perkelahian antar siswa, perasaan tersinggung, dendam dan sakit hati, dan sebagainya.
Teknik layanan semua peserta secara individual didorong untuk secara aktif berpartisipasi dalam proses layanan.
Kegiatan pendukung kegiatan pendukung sama  dengan layanan-layanan yang lainnya seperti kunjungan rumah, konferensi, himpunan  data.
Pelaksanaan layanan pelaksanaan mediasi sama juga dengan pelaksanaan layanan lainnya meliputi : pelaksanaan, evaluasi, tindak lanjut, laporan dan sebagainya.


Kegiatan Pendukung
a.       Aplikasi instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrument, baik tes maupun non-tes.
Tujuan suapay diperoleh data tentang kondisi tertentu atas diri klien(siswa).
b.      Himpunan data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
Tujuan untuk memperoleh pengertian yang lebih luas, lebih lengkap, dan lebih mendalam tentang masing-masing peserta didik dan membantu siswa memperoleh pemahaman diri sendiri.
c.       Konferensi kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik yang bersifat terbatas dan tertutup.
Tujuan untuk mengumpulkan data secara lebih luas dan akurat serta menggalang komitmen pihak-pihak yang terkait dengan kasus (masalah tertentu) dalam rangka pemecahan masalah.
d.      Kunjungan rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya.
Tujuan untuk memperoleh data yang lebih lengkap dan akurat tentang siswa berkenan dengan masalah yang dihadapinya.
e.       Tampilan kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan social, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
Tujuan untuk memperoleh layanan yang optimal dalam pemecahan masalahnya dalam kegiatan belajarnya.
f.       Alih tangan kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
Tujuan untuk memperoleh layanan yang optimal dan pemecahan masalah klien secara lebih tuntas.

Format Kegiatan
a.       Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.
b.      Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika krlompok.
c.       Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas.
d.      Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.
e.       Pendekatan khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan bantuan.


Program Pelayanan
a.      Jenis program
1)      Program tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
2)      Program semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran dari program tahunan.
3)      Program bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran dari program semesteran.
4)      Program mingguan,  yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran dari program bulanan.
5)      Program harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.

b.      Penyusunan program
1)      Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
2)      Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/bebam tugas konselor.

Perencanaan Kegiatan
1.      Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan serta mingguan.
2.      Perencanaan kegiatan pelayanan konseling hatian yang merupakan jabaran dari program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-masing memuat:
a.       Sasaran layanan/kegiatan pendukung
b.      Substansi layanan/kegiatan pendukung
c.       Jenis layanan/krgiatan pendukung, serta alat bantu yang digunakan
d.      Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat
e.       Waktu dan tempat
3.      Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi tanggung jawab konselor.
4.      Satu kali kegiatan layanan atau kegiatan pendukung konseling berbobot ekuivalen 2(dua) jam pembelajaran.
5.      Volume keseluruhan kegiatan pelayan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan   beban tugas wajib konselor di sekolah/madrasah.

Pelaksanaan Kegiatan
1.      Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor berpartisiasi secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri yang bersifat rutin, incidental dan keteladanan.
2.      Program kegiatan konseling yang direncanakandalam bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-phak terkait.


3.      Pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling
Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:
Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.

Bidang-Bidang Pengembangan
1. Bidang pengembangan pribadi
a) Makna Bimbingan Pribadi
            Bimbingan Pribadi dimaknai sebagai suatu bantuan dari pembimbing kepada terbimbing (individu) agar dapat mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi dalam mewujudkan pribadi yang mampu bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

b) Tujuan Bimbingan Pribadi
-        Mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi
-        Mewujudkan pribadi yang mampu bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
c) Bentuk Layanan Pribadi
            Misalnya Layanan orientasi bidang pengembangan pribadi mencangkup : suasana, Lembaga dan objek pengembangan pribadi seperti lembaga pengembangan bakar contohnya : sanggar seni dan budaya.
2. Bidang pengembangn sosial
a) Makna Bimbingan Sosial
             Bimbingan sosial yaitu suatu bimbingan atau bantuan dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah sosial seperti pergaulan, penyelesaian masalah konflik dan penyesuaian.
b) Tujuan Bimbingan Sosial.
            Bimbingan sosial ini bertujuan untuk membantu individu dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan dalam masalah sosial sehingga individu dapat menyesuaikan diri secara baik dan wajar dalam lingkungan sosialnya.
c) Bentuk layanan Bimbingan Sosial.
            Misalnya dalam bentuk layanan Informasi, informasi tentang cara bergaul seperti kiat berteman, selanjutnya dalam bidang orientasi seperti berbagai suasana hubungan sosial antara individu dalam keluarga, organisasi atau lembaga tertentu, dalam acara sosial tertentu.
C. Bidang pengembangan kegiatan belajar.
a) Makna Bimbingan Belajar
            Bimbingan belajar adalah suatu bantuan dari pembimbing kepada terbimbing (siswa) dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah belajar.
b) Tujuan Bimbingan Belajar
            Tujuannya yaitu agar siswa mampu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dalam belajar, agar siswa mandiri dalam belajar.
c) Bentuk Layanan Bimbingan Belajar
            Bentuk layanan bimbingan belajar yang bisa diberikan kepada para siswa disekolah, misalnya
-                   Orientasi kepada para siswa (khususnya siswa baru) tentang tujuan institusional( tujuan sekolah), isi kurikulum pembelajaran, struktur organisasi sekolah, cara-car belajar yang tepat.
-                   Bantuan dalam memilih jurusan atau program studi yang sesuai, memilih keegiatan-kegiatan nonakademik yang menunjang usaha belajar dan memilih program studi lanjutan untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan lain-lainnya.
D. Bidang pengembangan karier
a) Makna Bimbingan Karier.
            Bimbingan karier bermakna jenis bimbingan yang membantu siswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut karier tertentu.
b) Tujuan Bimbingan Karier.
a)                  Agar siswa memperoleh informasi tentang karier atau jabatan atau profesi tertentu.
b)                 Agar siswa memperoleh pemahaman tentang karier atau pekerjaan tertentu secara benar.
c)                  Agar siswa mampu merencanakan dan membuat pilihan-pilihan karier tertentu kelak setelah selesai dari pendidikan. Dan sebagainya.
c) Bentuk Layanan Bimbingan Karier.
            Dalam layanan informasi yaitu menyangkut tentang kemampuan intelektual, hasil belajar dalam berbagai bidang studi, sifat-sifat kepribadian yang ada relevansinya dengan karier seperti potensi kepemimpinan, kejujuran, keterbukaan, dan lainnya. Kemudian layanan penempatan yang mencangkup : perencanaan masa depan, pengambilan keputusan, penyaluran ke salah satu jalur studi akademik.



















KESIMPULAN
            Dari data program pelaksanaan Bimbingan dan Konseling yang kami peroleh  di SMA Wirabhakti Singaraja kelas XI IPS1 yaitu program tahunan dan program semesteran melalui bidang pengembangan yang meliputi; pribadi, sosial, belajar dan  sudah baik tetapi perlu  ditingkatkan lagi pengembangan programnya itu supaya pesertadidik mampu mengembangkan dirinya dan mampu menghadapi dan memecahkan segala masalah-masalah yang telah dihadapi.
            Layanan kegiatan yang telah dilaksanakan sudah terprogram dengan baik tetapi layanan-layanan kegiatannya itu perlu di laksanakan dengan lebih maksimal agar didalam bidang pengembangan siswa dalam pribadi, sosial, belajar, dan karier dapat berjalan sesuai dengan perkembangan pribadinya, sosialnya, dapat memecahkan masalah/hambatan dalam belajar, serta dalam pengembangan kariernya nanti.